REACH



Hei yoo! Its me again.. Hohoho. Postingan kali ini bakal seruuuu.. Saya mau sharing sedikit mengenai REACH. Mari kita intip, REACH itu apa sih? Check it out.. 

REACH adalah suatu kegiatan generasi muda yang diselenggarakan oleh Buddha Dharma Indonesia yang diadakan di Megamendung, Puncak Bogor, Jawa Barat, Indonesia. REACH adalah singkatan dari REady to Take A CHallenge. Kegiatan ini sudah ada sejak tahun 2008. REACH merupakan ajang untuk para generasi muda untuk mengasah kemampuan yang dimiliki , mendapatkan pengalaman yang baru, seru, menarik, dan keren pastinya. Mengasah kemampuan yang dimiliki itu misalnya, ada yang punya bakat untuk menari, menyanyi, memasak, dan lain sebagainya. Nah, kita bisa lebih memperdalam hobby kita tersebut di dalam kegiatan ini. REACH diadakan setiap 1 tahun sekali. Setiap tahun akan ada pemenangnya. Bagi kontingen yang menang, akan membawa pulang piala api REACH. Biasanya kegiatan ini dimulai dari masa anak sekolah liburan, yaitu akhir bulan Juni sampai awal bulan Juli. Kegiatan di REACH sangat banyak dan seru-seru. REACH terdiri dari beberapa studio. Pada setiap tahunnya akan ada studio yang baru dan menarik. Pada tahun lalu, studionya terdiri dari studio musical, girlband, boyband, tari, kuliner, vocal, photography, fashion stylist, dan lain-lain. Tahun lalu saya mengikuti studio girlband. Di studio tersebut, kami diajarin caranya jadi girlband itu seperti gimana. Mulai dari teknik menyanyi, membuat koreografi sendiri dan menari. Yang mengajari kita juga bukan guru biasa, tetapi guru yang sudah sangat berpengalaman dalam studio-studio tersebut. Di sana, terdapat generasi muda yang datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Medan, Binjai, Pekanbaru, Aceh, Batam, Siantar, Bandung, Bali, Surabaya, Aslab, Palembang, Makassar, Madiun, Malang, Yogyakarataa, Lampung, Tanjung Balai Karimun, Pare-pare, Pontianak, Solo. Dan masih ada beberapa daerah lagi. Banyak ya pesertanya. Hohoho.. Masing-masing dari daerah itu membentuk suatu kontingen. Saya berasal dari kontingen Medan. Nama kontingen daerah Medan tahun lalu adalah Generasi Merdeka. Nama kontingen tersebut akan berubah tiap tahunnya, dan kontingen akan dipimpin oleh ketua kontingen dan wakil ketua. Ketua kontingen dan wakilnya harus melewati tahap seleksi supaya dapat menjadi ketua dan wakil ketua. Hal tersebut membutuhkan tekad dan kemauan yang keras, harus mementingkan anggota-anggotanya terlebih dahulu,  tidak boleh egois, dan mau mendengarkan pendapat orang lain. Sebelum pergi ke REACH, kami harus mempersiapkan atraksi dan yelyel. Hal tersebut akan ditampilkan pada saat acara pembukaan di Wisma Amerta. Saya baru mengikuti kegiatan REACH pada tahun lalu, tahun ini saya ingin ikut lagi, tetapi berhubung jadwal kuliah dan jadwal REACH tidak cocok, jadi saya tidak ikut pada tahun ini. Di REACH kami benar-benar belajar gimana caranya untuk memikirkan orang lain, disiplin, tidak sombong, mau berbaur, dan masih banyak lagi yang dapat dirasakan. Banyak hal-hal positif yang didapat dan dipelajari pada kegiatan ini. Pada saat pembukaan REACH, semua kontingen dari berbagai daerah menunjukkan atraksi dan yelyel mereka. Atraksi dan yelyel tersebut diselenggarakan di panggung Amerta yang sangat luaaassssss. Ada beberapa atraksi yang sangat kereennnn!! Saya bisa langsung merinding melihatnya, ya karena terlalu keren dan wow.. Speechless.. Setelah beberapa daerah sudah tampil di atas panggung yang sangat luaassss itu, tibalah giliran kami untuk tampil dan pada saat itu juga, saya langsung deg-degan. Dari kontingen kami, Generasi Merdeka, ada yang tampil di bagian atraksi dan ada yang hanya yelyel saja. Bagian atraksi juga ikut sertab dalam bagian yelyel. Atraksi kami juga sangat kereeennnn!! Semangatnya sangat terlihat. Setelah selesai di bagian atraksi, kami, yang bagian yelyel pun langsung masuk. Saat itu juga, saya merinding sekali lagi. Gillaaa.. ternyata banyak sekali orang yang menonton. Bayangkan saja, Wisma Amerta yang begitu luas dan besar tersebut dipenuhi oleh orang yang luar biasa banyak. Pembukaan tersebut juga ditonton oleh para juri yang akan menilai semua atraksi dan yelyelnya. EKI DANCE COMPANY juga ada menari di pembukaan REACH. EKI DANCE COMPANY adalah grup tari yang cukup terkenal juga. Mereka sangat bertalenta dalam hal menari. Tariannya keren-keren. Wuihhhh.. Saya merasa sangat beruntung karena bisa mengikuti kegiatan yang sangat besar ini. Saya sempat berpikir, kenapa tidak dari dulu-dulu saya mengikuti kegiatan ini. Pengalaman yang didapat dari sana sangat berharga. Kontingen kami mendapatkan beberapa medali dan kami mendapatkan juara 3 dari banyaknya kontingen yang ikut, yeayy!! Hal tersebut membutuhkan perjuangan yang cukup besar. Nahh, hasil dari pembelajaran di REACH akan diperlombakan di IDEFEST. Bintang tamu yang diundang ke IDEFEST bukan hanya juri biasa, terdapat beberapa artis yang diundang menjadi juri juga. Kalau juri tahun lalu, ada Kikan Namara, Uli Herdinansyah, Oni Krisnerwinto, Excel Mangare, Mo Sidik Zamzami, Ichwan Thoha, dan lain-lain.. Gimana? Keren kan?
So, are you ready to take the challenge? :p

Well, thankyou for reading..

Di bawah sini ada foto kontingen Medan hihi..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Motivasi, Pengajaran, dan Pembelajaran



Motivasi.
 
Motivasi adalah proses yang memberi semngat, arah , dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.
Motivasi murid di kelas berkaitan dengan alasan di balik perilaku murid dan sejauh mana perilaku mereka diberi semangat, punya arah, dan dioertahankan dalam jangka waktu yang lama. Jika murid yang kurang motivasi, dia tidak akan menyelesaikan tugas karena bosan. Tetapi jika murid yang mempunyai motivasi yang besar, maka dia akan berjuang dan mengatasi rintangan.
Perspektif tentang motivasi
1. Perspektif Behavioral
Perspektif Behavioral menekankan imbalan dan hukuman sebagai  kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif  adalah kejadian atau stimuli positif  atau stimuli negative yang dapat memotivasi perilaku murid.
Contoh insentif yang dipakai guru di dalam kelas adalah memberikan tanda bintang atau pujian jika mereka menyelesaikan suatu tugas dengan baik.
2.  Perspektif Humanistis
Perspektif Humanistis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka, dan kualitas positif. Perspektif ini berkaitan erat dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan terlebih dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. Berikut ini adalah  Hierarki kebutuhan Maslow :
-          Fisiologis : lapar, haus, tidur
-          Keamanan (safety) : bertahan hidup
-         Cinta dan rasa memiliki : keamanan (security), kasih sayang, dan perhatian dari orang lain
-          Harga diri : menghargai diri sendiri
-          Akktualisasi diri : realisasi potensi diri.
3.   Perspektif Kognitif
Perspektif Kognitif menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan, dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan.
4.   Perspektif Sosial
Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman.


Motivasi Untuk Meraih Sesuatu
a.   Motivasi Ekstrinsik, yaitu melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan).
          b. Motivasi Intrinsik, yaitu melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri).

Proses Kognitif Lainnya
Diskusi tentang motivasi ekstrinsik dan intrinsic di atas membuka jalan ke pengenalan proses kognitif lainnya yang terlibat dalam memotivasi murid untuk belajar.
Terdiri dari 4 proses:
1.      Atribusi
Teori atribusi menyatakan bahwa dalam usaha mereka memahami perilaku atau kinerjanya sendiri, orang-orang termotivasi untuk menemukan sebab-sebab yang mendasarinya. Atribusi adalah sebab-sebab yang dianggap menimbulkan hasil.
Bernard Weiner menidentifikasi 3 dimensi atribusi kausal:
a.      Lokus, apakah sebab itu bersifat eksternal atau internal bagi si actor
b.   Kemampuan, sejauh mana sebab-sebab itu tetap tak bisa diubah atau dapat diubah
c.       Daya kontrol, sejauh mana individu dapat mengontrol sebab tersebut.
  2.   Motivasi untuk menguasai keahlian (mastery) 
        3. Self-efficacy, yaitu keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan memproduksi hasil positif. 
        4. Penentuan tujuan, perencanaan, dan monitoring diri.
 
Motivasi, Hubungan, dan Konteks Sosiokultural
-     Motif sosial
Adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui pengalaman dengan dunia sosial.
-     Hubungan Sosial
Adalah hubungan murid dengan orang tua, teman sebaya, teman, guru dan mentor, dan orang lain yang dapat mempengaruhi prestasi dan motivasi sosial mereka.
-     Konteks Sosiokultural
Bagian ini focus pada latar belakang status sosio-ekonomi, etnis dan gender bisa memengaruhi motivasi dan prestasi.

Sekian pelajaran mengenai motivasi, pengajaran, dan pembelajaran.. Thankyou for reading.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Late Introduction



Halooo.. Pada postingan kali ini, saya akan memperkenalkan diri saya.. Ya, sebelumnya saya belum sempat memperkenalkan diri.. So, this is a late introduction.. 

Well, nama saya Evelyn. Saya kuliah di Universitas Sumatera Utara dan mengambil jurusan Psikologi. Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara.. Adik saya yang kedua perempuan dan adik yang ketiga adalah laki-laki. Dari TK sampai SMA saya sekolah di Methodist Perbaungan. Hobby saya, menari, berenang, travelling, dan menyanyi. Saya mengikuti banyak kegiatan menari di sekolah. Saya dan teman-teman membentuk suatu grup menari, tetapi membernya tidak tetap. Tergantung kami mau menari dengan tema apa. Member-member yang tetap ada saya sendiri, Frisca, Jennifer, Jessisca, dan Verra. Setiap ada event di sekolah, pasti kami ikut berpartisipasi dalam bentuk tarian. Saya sangat suka dengan girlband asal Korea, yaitu Girls Generation! Wohoo.. Saya suka dengan lagu-lagu dan jenis tariannya. Ada beberapa teman dari 1 grup menari juga menyukai girlband tersebut. Jadi, kebanyakan tarian kami adalah cover dari tarian Girls Generation. Nyehehe.. Menari adalah hobby saya dai sejak kecil. Pada saat saya masih duduk di sekolah dasar, saya sering menari di vihara kalau lagi ada event-event yang dilaksanakan. Menari sangat sanggaattt asyik, menyenangkan, pokoknya seru dehh! Saat kami lulus, sekolah pasti akan mngadakan acara perpisahan untuk kelas XII. Di acara tersebut, kami menari 2 jenis tarian. Yang pertama dengan tema modern dance, kami meng-cut 3 lagu di dalamnya. Lagu “I Got A Boy” adalah salah satu dari ketiga lagu tersebut. I like that song! Tariannya keren sekaliii.. Wow. Tarian kedua dengan tema yang agak-agak lembut. Lagi-lagi kami menari dengan lagu Girls Generation, yaitu dengan judul “My Bestfriend”. Tariannya lumayan simple dan ceritanya mengenai sahabat-sahabat gitu. Karena orang-orang yang menari adalah para bestfriend, jadi kami mengambil lagu tersebut. Di sekolah, saya mengambil jurusan IPA, saya selalu duduk bersama Frisca. Di bangku belakang ada Rony dan William dan di bangku yang paling belakang ada Ardiyanto dan Charlie. Dari kelas X sampai kelas XII, kami selalu duduk 1 baris dan teman sebangku kami selalu begitu. Kami menjadi teman dekat sejak kelas SMA 1. Mereka enak diajak bercanda, orangnya care, dan kadang suka usil. Di kelas, merekalah yang sering membuat lelucon-lelucon. Kalau ada mereka, suasananya rame dehh. Kalau ada waktu libur, kami pergi jalan-jalan bersama, dan ajak teman-teman yang lain juga pastinya. Oh iya, ada 1 lagi teman dekat kami, namanya Sherly. Sejak mau naik ke kelas SMA 1, dia udah pindah ke Medan.  Emm.. Actually I miss them.
And, now.. Saya juga mendapatkan teman-teman yang baik dan lucu juga. Namanya, Jane Kosasih, Evelyn, Suryany dan Cynthia. Jangan heran kalau ada 2 Evelyn. Hahaha. Nama kami memang sama. Dia lulusan dari Methodist 2 Medan. Evelyn suka dengan boyband Korea yang namanya EXO. Nah, dari dialah, saya jadi kenal dan suka dengan EXO!! Woww.. They are so cool! Kalau Jane, dia punya hobby yang sama seperti saya juga, yaitu menari. Kemarin kami belajar tariannya “A-Pink – Mr. Chu”. Wah, seruuu.. Sepertinya saya sudah menceritakan banyak hal.. Hihihi.. 

Oke, saya pikir cukup sampai di sini perkenalan dari saya.. Thankyou for reading..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pedagogi dan Andragogi


Hai haiii.. Pada postingan kali ini saya akan membahas mengenai pedagogi dan andragogi.. Nah, sebelumnya saya akan memberikan pengertian sedikit mengenai pedagogi dan andragogi.

Pedagogi adalah proses pembelajaran yang terpusat pada guru atau pengajar.
Metode pembelajaran di pedagogi pasif, seperti model ceramah. Hal ini dapat dilihat pada kelas SD, pada kelas SD guru yang memberikan materi dan murid hanya mendengarkan guru yang menerangkan materi kepada amereka.
Kita semua pasti pernah melewati masa TK, SD, dan SMP bukan? Nah, pada masa masa itulah kita memakai sistem pedagogi. Tapi, tanpa kita sadari, pada saat dewasa, kita juga memakai sistem pedagogi.

Andragogi adalah proses pembelajaran yang terpusat pada peserta didik.
Metode pembelajaran di andragogi aktif, yaitu siswa harus berperan aktif dalam kelas, misalnya sebelum masuk kelas, siswa belajar dan mencari informasi tentang materi yang akan di pelajari besoknya.  Metode ini sudah dipakai pada orang dewasa contohnya ya seperti kita-kita ini *ehemm* hehehe..

Well, I wanna tell you about my experience.. Hohoho.. Pengalaman mengenai pedagogi dan andragogi ini pastinya..

Pada saat saya masih sekolah di bangku SD, saya di sebut sebagai siswa atau anak didik. Metode pembelajaran dari guru untuk kami cuma menerangkan materi saja. Saya sebagai murid pun cuma mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru. Setelah materi selesai diberikan, biasanya guru akan memberi beberapa pertanyaan yang akan dijadikan PR untuk kami. PR tersebut akan dikumpulkan pada saat pelajaran tersebut masuk lagi. Kalau ada teman yang tidak mengerjakan PR, biasanya dia akan di hukum. Seperti berdiri di depan kelas selama beberapa menit. Semua materi pelajaran masih sangat bergantung pada guru. Terkadang, untuk membuat suasana menjadi happy, guru akan membuat sedikit games, seperti bermain cepat tepat. Siapa yang lebih dulu menjawab pertanyaan dari guru maka dialah yang akan mendapatkan nilai. Saya dan teman-teman sangat semangat kalau ada games seperti ini. Apalagi kalau mendapat nilai tertinggi. Games seperti itu hanya ada pada saat saya berada di kelas 3-5 SD. Guru juga menjadi sumber utama yang memberikan ide atau contoh kepada kami. Setiap 17 Agustus, sekolah mengadakan lomba-lomba seperti menghias kelas, lomba makan kerupuk, lari goni, tarik tambang, basket, futsal, dan lain sebagainya. Nah, pada saat mau menghias kelas, wali kelas kami akan memberikan ide-ide tentang bagaimana menghias kelas supaya kita bisa mendapat juara. Guru juga ikut membantu dalam menghias kelas. Dalam lomba-lomba lainnya juga seperti begitu, guru akan menyemangati, memberikan saran, dan memberikan dukungan positif kepada murid yang akan mengikuti lomba. Masa SD saya bahagia lohh dan saya juga mendapatkan juara di sekolah hihihi..
Pada saya duduk di kelas SMA, metode pembelajaran yang sebelum-sebelumnya berubah menjadi metode pembelajaran aktif. Tetapi belum seaktif pada saat menjadi mahasiswa. Mungkin dari SD-SMP masih menggunakan metode pembelajaran yang pasif. Murid dituntut untuk menjadi lebih aktif, seperti membuat diskusi kelompok yang nantinya hasil dari tugas kelompok itu akan diberi nilai tugas. Kadang-kadang guru akan memberikan tugas kepada kami untuk merangkum (resume) dari materi dan selanjutnya guru akan menerangkan kembali materinya dan pastinya akan melakukan sesi tanya jawab. Selanjutnya kalau diberi tugas matematika, kami juga sudah mudah dalam menghadapinya. Misalnya, kerjakan yang mudah terlebih dahulu. Bagaimana memecahkan soal tersebut, pakai rumus yang mana agar hasilnya benar, dan lain sebagainya.

Sekian pengalaman pedagogi dan andraogi dari saya.. Thankyou for reading :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS